Loving Because Of God

“Bagaimana Ay, kamu sudah siap?” tanya Abah pada Ayuna.

Ayuna diam. Bibirnya kelu. Ada sesak yang kian terasa.

“Mintalah petunjukNya Ay! Bukankah kamu mencintai Fatih karena cintamu kepadaNya?” Abah mengelus kepala Ayuna yang berjilbab. Beliau pun meninggalkan Ayuna dalam kebimbangan.

Sebentar lagi pernikahannya dengan Fatih akan terlaksana. Namun dua bulan setelahnya Fatih harus ke Palestina terkait dengan tugasnya sebagai seorang wartawan.

“Yaa Rabb…, jika memang semua ini sudah Kau gariskan untuk kami, maka izinkan kami menggenggam ilmu ikhlasMu” ucap Ayuna lirih seiring dengan jatuhnya bulir bening dari kedua matanya.

****

Dua bulan setelah pernikahan

“Maaf, dik.. ada sejumput luka yang kugoreskan di hatimu. Tapi kuyakin kita akan mendapatkan balasan dariNya atas semua pengorbanan ini” Fatih menatap dalam mata Ayuna.

Kedua mata indah itu telah basah. Mulutnya bungkam menahan segala resah yang bersarang di dadanya. Ayuna bangga bersuamikan seorang mujahid, tapi sisi lain hatinya tak mampu menahan pedih yang kian mengiris.

“Jangan menangis, dik! Jika Ia berkehendak, pasti kita akan dipertemukan kembali”

Kali ini direngkuhnya tubuh Ayuna yang semakin terisak. Ayuna ingat mimpi mereka untuk menciptakan jundi-jundi kecil yang kelak membela Dienul Islam. Seketika hatinya meluruh dalam keikhlasan.

Baca lebih lanjut

Mencinta Adalah Ekspresi Jiwa, Bagaimana Bila Tuhan Yang Jatuh Cinta???

Sebentuk hati adalah ruang cinta yang tak bisa dimengerti selain dilakoni saja. Maka harus bersinergi dengan akal dan nafsu, sebagai unity triads of life. Ketika itu tercapai, saat itulah cinta bersemi. Jika sesaat saja begitu dahsyat. Apalagi setiap saat.
Pikirkan saja sendiri, kalau kau mampu (merasakannya, menjadi lebih bijak)

Cinta adalah ungkapan, maka bahasa menjadi keterbatasan untuk melintas hingga menerabas batas. Sesaat iklas sudahlah mengungkap dan menangkap cinta untuk dilepasbebaskan lagi. Karena cinta itu dibebaskan, membebaskan.

Baca lebih lanjut

Saat Gundah Menyapamu, Kemana Lagi Kau Akan Mencurahkannya???

Saat kita mengalami masalah dalam hidup kita, satu-satunya tempat yang layak untuk kita curhati hanyalah Tuhan.. Dia tak pernah mengeluh atau pun mencibir apapun masalah yang kita adukan padaNya. Dialah pendengar yang baik, dan pemberi solusi yang terbaik. Jika kau percaya, curhatlah padaNya.. dan akan kau peroleh ketenangan.. Karena sesungguhnya Dialah yang telah menimpakan masalah dalam hidupmu, hanya Dia pula yang dapat mencabutnya dengan keridhaan jika dirasa kau telah berhasil “naik kelas”…

Sinopsis:

Mungkin sebagian orang takut untuk bercerita pada orang lain, takut apa yang dirahasiakan akan diketahui. Salah satu yang paling bagus, yakni mencurahkan isi hati kepada Tuhan dengan cara menuangkan curahan hatinya hanya untuk Tuhan, di mana kisah para penulis yang ingin menyampaikan isi hatinya pada Tuhan dengan cara mereka sendiri-sendiri. Ada yang mengatakan Tuhan tak adil, Tuhan tak sayang padaku, Tuhan tak cinta pada keluargaku, dan sebagainya. Lucunya ada yang bilang media Curahan Hati untuk Tuhan tepat untuk meluangkan seluruh curahan hati penulis, tak seperti mengirim paket pada jasa-jasa terkenal di Indonesia.

Baca lebih lanjut

“Seribu Cinta Yang Menyala”, Persembahan Apik Untuk Keluarga…

keluarga selalu menjadi kisah yang menarik untuk dikupas.. dan cinta yang terekat di dalamnya akan selalu menyala seperti bara yang dapat menghangatkan jiwa. Di kisah ini, aku menceritakan tentang ibuku.. Ada kecewa yang pernah kurasa olehnya.. Namun secepat mungkin aku berusaha menghapus kecewa itu dan menekuk lututku bersujud padanya.. Menyakiti hatinya, itu sama saja dengan menyakiti hatiku sendiri..

Baca lebih lanjut

Dan Nyatanya Dunia Lain Itu Memang Ada…

Sekumpulan kisah misteri yang pernah dialami oleh para Facebooker. Hal ini membuktikan bahwa “dunia lain” memang ada dan jika sampai mereka menunjukkan keberadaannya kepada kita, artinya mereka ingin diakui…

para penutur kisah :
Abdillah Putra Siregar | Ahmad Faqir Junun | Akhwatul Chomsiyah Firdausa | Aldhey Dylan | Arham Kendari | Arieska Arief | Arista Devi | Arumi Ekowati | Ayu Rahmah Hidayah | Dang Aji | Daniel DH | Delvi Avriani | Devania Annesya | Dewi Telaphia | Diah L. Wardani | Diena Ulfaty | Dinna Qurrotaa’yun | Dwi Larasati Subroto | Endang Ssn | Enno Widyasalsa | Eva Nadzia | Evie | Faisal Rizal Zaenal | Fauziyah Harsyah | Fitri Amaliyah Batubara | Fuyuharuaki Kurihara | Ghofar El Ghifary | Henny Andriyani | Husna Linda Yani | Ihsan Rahmat | Intan Hs | Kiandra Aesha | Lonyenk Rap | Lucky Andrean Sanusi | Melati Premasita Suci | Mira Ananda Herman | Novi Saswati | Novianita | Oekusi Arifin Siswanto | Ragil Kuning | Rap Al Ghifari | Riri Ansar | Rizayra | Shine Fikri | Triana Dewi A | Umik Khoyyty | Visya Blue | Widya Arum | Yessica E. Daryanto

Baca lebih lanjut

Ketika Kelahiran Dan Kematian Menjadi Sebuah Peringatan

Berpasang-pasangan, demikian apa yang sudah digariskan oleh penguasa alam semesta. Seperti Siang dan Malam, Gelap dan Terang, Kelahiran dan Kematian, kesemuanya merupakan sebuah takdir yang ditentukan untuk saling berdampingan. Sebenarnya masih banyak fenomena alam yang jika ditelusuri dan digali lebih dalam lagi akan mampu mempertebal keimanan dan senantiasa membuat kita menyadari akan kebesaran Sang Pencipta. Baca lebih lanjut